Thursday, August 14, 2014

Roman Sepenggal

Kita diam-diam saling harap
dalam waktu yang tak tepat
Kita diam-diam saling rindu
Tanpa mau menunggu 

Adalah kita
Tegap berdiri saling memandang 
dari kejauhan 
Pura-pura tidak tahu 

Saling menitipkan tanya kepada angin 
Dan jatuh terbawa hujan
Lalu kita simpan 
Menyatukannya dalam tumpukan kenangan 

Ternyata kita tidak benar-benar menutupnya
Karena kita tidak mau
Ternyata kita tidak benar-benar melupakannya
Karena kita merindukan masa lalu 

Ah.. 
Adakah yang lebih menyebalkan 
dari kerapuhan kita 
Mengukir senyum rapi
Padahal menutupi ribuan tanda kali dan bagi 

Adakah yang lebih membingungkan 
dari kesibukan kita 
Meliuk-liuk dalam labirin yang kita buat sendiri
Berkerut dahi dalam masalah yang kita reka sendiri 
Sibuk dalam urusan yang tak membuat kita beranjak sama sekali 

Kemanakah kita sebenarnya?
Seperti purnama dan gerhana dengan bulan yang sama 
Seperti malam dan siang dengan matahari yang tak mendua 

Mungkin ada alinea yang belum berakhir
Namun kita akhiri
Mungkin itu sekedar bait sumir 
Yang belum rampung kita tulisi 

Ah ya.. 
Itu hanyalah mungkin 
Seperti puzzle yang terserak 
Dan kita hanya menebak 
Adakah gambar utuh di sana
Ataukah tidak 

Namun kita tak bisa hanya menunggu untuk tahu
Semestinya kita coba susun puzzle itu 
Satu demi satu. 

Gambar dari sini.


Garut. 14 Mei 2014 | Rashid Satari


0 komentar:

Post a Comment

Silakan tulis kesan anda di sini. :)