Saturday, February 07, 2015

Menjemput Cahaya

Hai.. Sudah lama tak menyapamu. Iya kamu. –Dengan dialek Dodit. Tau Dodit kan?— Sore itu, saya menumpang sebuah mikrolet menuju Pasar Rebo, Jakarta Timur. Penumpang tak terlalu penuh. Kalau tak salah ingat ada lima orang saja. Di depan sana, ada satu penumpang disamping pak kusir. Eh, pak sopir. Saya duduk di pojok, di jok yang paling panjang. Kira-kira setengah meter di sebelah saya, duduklah seorang wanita muda dengan rambut sebahu. Hitam...